21 September 2026

Pendidikan Musik dan Kreativitas: Apakah Sekolah Membunuh Kreativitas Anak?

Pendidikan Musik dan Kreativitas: Apakah Sekolah Membunuh Kreativitas Anak?


Pendidikan sering dianggap sebagai jalan untuk mempersiapkan anak menghadapi masa depan. Masalahnya, masa depan adalah sesuatu yang belum kita ketahui. Kita tidak benar-benar tahu pekerjaan apa yang akan muncul, teknologi apa yang akan berkembang, atau kemampuan apa yang nantinya paling dibutuhkan.

16 September 2026

Indonesia Belum Siap dengan Kritik Musik

Indonesia Belum Siap dengan Kritik Musik


Saya mulai merasa bahwa salah satu persoalan dalam perkembangan musik Indonesia bukan hanya kualitas musiknya, tetapi juga kemampuan kita menerima kritik terhadap musik itu sendiri.

Kita ingin memiliki industri musik yang maju, ekosistem musik yang sehat, dan seniman yang berkembang. Namun ketika kritik muncul, respons yang diberikan sering kali justru personal. Kritik terhadap karya dianggap sebagai serangan terhadap orang yang membuatnya. Akhirnya, pembicaraan tentang musik berubah menjadi persoalan harga diri. Padahal kritik merupakan bagian penting dari perkembangan seni.


Kritik Musik dan UU ITE

Persoalan menjadi semakin rumit ketika kritik disampaikan melalui internet. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Salah satu ketentuan yang sering berkaitan dengan persoalan ini adalah Pasal 27A, yang mengatur perbuatan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan menuduhkan suatu hal melalui sistem elektronik sehingga diketahui umum.

Namun keberadaan pasal tersebut tidak berarti setiap kritik negatif otomatis merupakan pencemaran nama baik.

Kita tetap perlu membedakan kritik terhadap karya dengan serangan terhadap pribadi. Dalam musik, seseorang seharusnya dapat membicarakan kualitas komposisi, aransemen, permainan, produksi, konsep pertunjukan, maupun keputusan artistik seorang musisi. Jika setiap penilaian negatif terhadap karya dianggap sebagai penghinaan, maka kritik musik akan sulit berkembang.

Sebaliknya, kebebasan berpendapat juga bukan izin untuk melakukan fitnah, menyebarkan tuduhan tanpa dasar, atau menyerang kehidupan pribadi seseorang.

Masalahnya bukan memilih antara kebebasan kritik dan perlindungan nama baik. Keduanya harus berjalan bersamaan.


Kritik adalah Bagian dari Demokrasi

Demokrasi juga perlu dipahami lebih dari sekadar kegiatan memilih pemimpin melalui pemilu.

Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi, menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, serta mengawasi kekuasaan. Karena itu, kritik bukan sesuatu yang bertentangan dengan demokrasi. Kritik justru merupakan salah satu mekanisme yang membuat demokrasi bekerja.

UUD 1945 melalui Pasal 28E ayat (3) menjamin kebebasan mengeluarkan pendapat, sementara Pasal 28F memberikan hak untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi. Tentu kebebasan tersebut memiliki batas karena tetap harus menghormati hak orang lain dan ketentuan hukum. Persoalannya adalah apakah budaya kita sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat.


Ketika Kekuasaan Merasa Berhak Menentukan

Kita masih sering melihat posisi, jabatan, popularitas, dan kekuasaan sebagai alasan seseorang mendapatkan perlakuan khusus. Seolah-olah semakin tinggi posisi seseorang, semakin sedikit orang yang boleh mengkritiknya.

Padahal dalam demokrasi justru berlaku sebaliknya. Kekuasaan membutuhkan pengawasan.

Hal ini dapat terlihat dalam berbagai peristiwa di Inggris. Secara prinsip, wartawan dan masyarakat memiliki ruang untuk melakukan dokumentasi di tempat umum, dengan pengecualian tertentu berkaitan dengan keamanan. Pemerintah Inggris juga menempatkan kebebasan media dan keselamatan wartawan sebagai bagian penting dari kehidupan demokratis.

Bukan berarti Inggris selalu lebih baik atau tidak memiliki persoalan. Namun terdapat perbedaan penting dalam cara memandang hubungan antara kekuasaan, publik, dan media. Kekuasaan tidak otomatis berarti memiliki hak untuk menentukan siapa yang boleh mengawasi.


Musik Membutuhkan Budaya Kritik

Hal yang sama seharusnya berlaku dalam musik. Musisi perlu siap dikritik. Institusi pendidikan musik perlu siap dikritik. Kritikus musik pun harus siap menerima kritik. Perbedaan pendapat seharusnya menjadi bagian normal dari ekosistem seni.

Kita tidak harus menerima semua kritik. Kita boleh menganggap sebuah kritik keliru dan membantahnya dengan argumentasi. Tetapi ketidaksukaan terhadap kritik tidak otomatis memberikan hak untuk membungkamnya. Menurut saya, persoalan kritik musik di Indonesia akhirnya bukan sekadar persoalan hukum. Ini adalah persoalan budaya.

Kita masih perlu belajar bahwa demokrasi bukan keadaan ketika semua orang setuju. Demokrasi justru memungkinkan orang berbeda pendapat tanpa menjadikan perbedaan tersebut sebagai permusuhan pribadi.

Musik tidak akan berkembang karena semua orang mengatakan musik itu bagus. Musik berkembang ketika orang berani mempertanyakan, mengkritik, membantah, dan memperbaiki. Mungkin sebelum berbicara tentang kemajuan industri musik Indonesia, pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah kita sudah benar-benar siap dikritik?

15 September 2026

Musisi Akademis dan Kutukan Mental Cerdas Cermat

Musisi Akademis dan Kutukan Mental Cerdas Cermat

Pernahkah Anda melihat seorang musisi akademis yang begitu bangga dengan kerumitan chord dan teori musiknya, tapi mendadak amnesia saat diminta mengajari temannya? Selamat, Anda baru saja berhadapan dengan korban selamat dari mental cerdas cermat.

Outcome-Based Education: Ketika Sarjana Musik Harus Tahu Akan Jadi Apa

Outcome-Based Education: Ketika Sarjana Musik Harus Tahu Akan Jadi Apa


Pendidikan tinggi pada dasarnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana mahasiswa menyelesaikan sejumlah mata kuliah, mendapatkan nilai, lalu akhirnya memperoleh ijazah, apalagi sekadar mengejar selempang cumlaude. Ada pertanyaan yang jauh lebih penting: setelah seluruh proses pendidikan itu selesai, kemampuan apa yang sebenarnya dimiliki oleh seorang lulusan?

14 September 2026

Masa Depan Kursus Musik Online di Indonesia dalam Perspektif John Dewey

Masa Depan Kursus Musik Online di Indonesia dalam Perspektif John Dewey


Kursus musik daring telah mengubah cara seseorang mempelajari musik. Peserta didik tidak lagi harus berada di ruangan yang sama dengan pendidiknya. Pembelajaran dapat berlangsung melalui konferensi video, platform pembelajaran digital, materi audiovisual, maupun berbagai teknologi kolaboratif.

12 September 2026

ChatGPT-6 Astra + FL Studio = Goodbye Music Producer?

ChatGPT-6 Astra + FL Studio = Goodbye Music Producer?


Bayangkan kita hanya perlu membuka ChatGPT-6 Astra, lalu menginstruksikannya dengan voice command: “Buatkan beat hip-hop 90 BPM dengan nuansa soulful, pilih sound yang sesuai, susun drum, buat bassline, dan rapikan aransemennya di FL Studio”, dan boom! Lagu selesai.

07 September 2026

Metode Penelitian Seni: Sebuah Perpektif dari Prof. Dr. Zulfi Hendri, S.Pd., M.Sn.

Metode Penelitian Seni: Sebuah Perpektif dari Prof. Dr. Zulfi Hendri, S.Pd., M.Sn.


Ada perspektif baru yang saya temukan saat berkuliah di S2 Pendidikan Seni Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2026. Dalam proses perkuliahan, saya berkesempatan mendapatkan perspektif dari Prof. Dr. Zulfi Hendri, S.Pd., M.Sn., Guru Besar Bidang Kurikulum Pembelajaran Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta, mengenai bagaimana seni dapat dipahami melalui penelitian.

Jika Kuliah Tidak Mendapat Gelar Akademik, Masih Banyakkah yang Mau Berkuliah?

Jika Kuliah Tidak Mendapat Gelar Akademik, Masih Banyakkah yang Mau Berkuliah?

Ada sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin terdengar sedikit mengganggu: jika kuliah tidak memberikan gelar, apakah masih banyak orang yang mau berkuliah? 

Mata Air yang Jernih Tidak Pernah Kikir kepada Sungai-sungainya

Mata Air yang Jernih Tidak Pernah Kikir kepada Sungai-sungainya


Pernah mendengar ungkapan, “Mata air yang jernih tidak pernah kikir berbagi pada sungai”? Kalau belum, ya memang karena ini adalah hasil perenungan saya yang sepertinya sedikit filosofis, atau setidaknya lebih menyindir.

27 August 2026

Dari Kalimat Efektif ke Prompt Penelitian Musik

Dari Kalimat Efektif ke Prompt Penelitian Musik


Mahasiswa musik mungkin lebih akrab dengan akor, interval, progresi harmoni, ritme, dan timbre daripada subjek-predikat-objek. Tidak masalah. Tetapi ketika masuk ke dunia penelitian, ada satu instrumen yang sering dilupakan: kalimat efektif.

25 August 2026

Trivium & Quadrivium, Sebuah Pertanyaan: Apakah Musik Sesungguhnya Ilmu Eksak?

Trivium & Quadrivium, Sebuah Pertanyaan: Apakah Musik Sesungguhnya Ilmu Eksak?

Ketika kita berbicara tentang pendidikan liberal arts klasik, ada satu pembahasan tentang fakta sejarah yang menarik untuk saya renungkan. Musik pernah ditempatkan sejajar dengan aritmetika, geometri, dan astronomi.

24 August 2026

Paradoks Ivory Tower Musisi Akademis: Ketika Ilmu Musik Membuatmu Terlalu Jauh dari Panggung dan Karya

Paradoks Ivory Tower Musisi Akademis: Ketika Ilmu Musik Membuatmu Terlalu Jauh dari Panggung dan Karya


Istilah ivory tower atau “menara gading” menggambarkan kondisi ketika seseorang berada dalam lingkungan intelektual yang relatif terpisah dari persoalan praktis masyarakat. Dalam konteks akademik, istilah ini sering digunakan untuk mengkritik universitas atau akademisi yang terlalu jauh dari realitas kehidupan sehari-hari.

18 August 2026

Pak, Anakmu S2, Tapi Maaf Jurusannya Seni

Pak, Anakmu S2, Tapi Maaf Jurusannya Seni

Pak, aku tahu dulu Bapak ingin aku punya masa depan yang aman. Aku ingat benar saat masih duduk di bangku SMA jurusan IPA.

17 August 2026

Kursus Musik, Jangan Lupa Ajarkan Etika dan Estetika Manggung: Sebuah Kritik

Kursus Musik, Jangan Lupa Ajarkan Etika dan Estetika Manggung: Sebuah Kritik


Belajar musik seharusnya tidak berhenti pada kemampuan memainkan alat musik. Ada satu hal yang sering luput dari pendidikan musik, khususnya ketika siswa mulai dibawa tampil di ruang publik: etika dan estetika panggung.

14 August 2026

Makin Sedikit Instrumen, Makin Susah Mixing. Emang Iya?

Makin Sedikit Instrumen, Makin Susah Mixing. Emang Iya?

Banyak orang mengira mixing lagu dengan sedikit instrumen pasti lebih mudah. Secara teknis, memang semakin banyak track biasanya semakin banyak pekerjaan: mengatur volume, EQ, compressor, panning, hingga reverb.

11 August 2026

Apakah ASUS ProArt P16 Cocok untuk Kreator dan Rendering? Ini Kelebihannya

Apakah ASUS ProArt P16 Cocok untuk Kreator dan Rendering? Ini Kelebihannya

Mereka yang bekerja dengan 3D, video, atau efek visual sering menghadapi tantangan waktu rendering panjang yang mengurangi produktivitas.



Oleh karena itu, memilih laptop untuk rendering membutuhkan pertimbangan khusus terhadap GPU, memori, dan sistem pendingin yang mampu menangani beban kerja berat. Selain performa komputasi, faktor lain seperti layar akurat dan portabilitas juga penting bagi kreator aktif berpindah tempat.


ASUS ProArt P16 H7607BA hadir dengan arsitektur komputasi terpadu yang dirancang khusus untuk menangani beban kerja kreatif intensif. Sejumlah kelebihan laptop ini dirancang memangkas waktu tunggu di setiap tahap alur kerja kreatif. Dengan demikian, Anda dapat fokus pada proses kreasi dibanding menunggu rendering panjang. Berikut ulasan lengkapnya untuk membantu keputusan pembelian.


1. GPU Blackwell RTX™ 6.144 Inti CUDA untuk Akselerasi

Komponen utama yang mendorong performa rendering adalah kartu grafis NVIDIA® Blackwell RTX™ dengan 6.144 inti CUDA yang berperan sebagai tulang punggung untuk proses rendering 3D dan pembuatan efek video. GPU ini mendukung CUDA native yang secara signifikan mempercepat eksekusi di berbagai aplikasi kreatif populer seperti Blender, Cinema 4D, atau DaVinci Resolve®. Semakin banyak jumlah inti CUDA tersedia, semakin singkat waktu yang dibutuhkan menyelesaikan antrean render untuk proyek kompleks. Akselerasi hardware ini dapat mengurangi waktu render hingga beberapa jam menjadi puluhan menit.


2. Superchip RTX™ Spark dengan CPU Grace 20 Inti dan GPU Terintegrasi

Arsitektur unik laptop ini memadukan GPU Blackwell dengan CPU NVIDIA® Grace 20 inti dalam satu platform RTX™ Spark yang menghasilkan performa komputasi AI hingga 1 petaflop FP4. Kombinasi terintegrasi ini memungkinkan tugas-tugas paralel seperti transcoding video dan simulasi fisika berjalan lebih efisien dibanding sistem terpisah. Arsitektur ARM yang digunakan dapat menjaga efisiensi daya tanpa mengorbankan performa tinggi, memberikan keseimbangan antara responsivitas dan durabilitas baterai untuk kreator mobile.


3. Memori Terpadu hingga 128GB untuk Scene Kompleks

Sistem memori menggunakan LPDDR5X terpadu dengan kapasitas hingga 128GB yang dapat dibagi dinamis antara CPU dan GPU, menghilangkan overhead transfer data berulang untuk aset proyek besar. Memori ini tersedia juga dalam opsi 64GB, 48GB, 32GB, dan 24GB sesuai kebutuhan dan anggaran. Untuk scene 3D kompleks dengan tekstur resolusi tinggi, kapasitas memori besar ini mencegah bottleneck dan menjaga kelancaran saat multitasking dengan aplikasi berat.


4. Penyimpanan SSD PCIe® 4.0 hingga 2TB

Akses data didukung SSD M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 dengan kapasitas hingga 2TB, tersedia juga opsi 1TB dan 512GB sesuai kebutuhan. Kecepatan tinggi antarmuka PCIe® 4.0 memangkas waktu pemuatan proyek berat dengan aset berukuran besar, sementara kapasitas memadai dapat menampung cache render tanpa cepat penuh. Kombinasi ini menjaga alur kerja tetap mulus dan responsif, bahkan untuk sesi rendering.


5. Layar 4K OLED Tervalidasi untuk Preview Akurat

Laptop dilengkapi panel Lumina Pro OLED 16 inci dengan resolusi 3840 x 2400 piksel yang mencakup 100% ruang warna DCI-P3 dan tervalidasi PANTONE dengan Delta E bawah 1. Kecerahan mencapai 700 nits normal dan 1.600 nits puncak untuk konten HDR, memudahkan review hasil render secara detail dengan akurasi warna tinggi. Sertifikasi VESA® DisplayHDR™ True Black 1000 menjaga detail area gelap, sementara fitur layar sentuh dan dukungan stylus menambah fleksibilitas kerja untuk markup atau adjustments cepat.


6. Sistem Pendingin Stabil untuk Rendering Marathon

Untuk menjaga performa konsisten selama sesi render panjang, ASUS ProArt P16 mengandalkan sistem Ambient Cooling dengan vapor chamber dan stealth air outlet beroperasi dengan tingkat kebisingan sangat rendah. Pasta termal Thermal Grizzly pada CPU memastikan penyaluran panas optimal, mencegah thermal throttling saat GPU dan CPU bekerja maksimal.


7. Portabilitas Ringan dengan Konektivitas Lengkap

Bobot hanya 1,77 kg dengan ketebalan 12,9 mm membuat laptop mudah dibawa untuk shooting atau kolaborasi di lokasi berbeda. Baterai 99,9WHrs dikombinasikan efisiensi arsitektur ARM memberikan daya tahan penggunaan produktif seharian. Konektivitas lengkap mencakup tiga port USB4® 40Gbps, HDMI® 2.1, dan SD Express 7.0 card reader..


ASUS ProArt P16 menawarkan paket lengkap cocok untuk kreator dan rendering berat. Hal ini karena ASUS ProArt P16 menawarkan GPU Blackwell RTX™, CPU Grace 20 inti, memori kapasitas besar, dan penyimpanan berkecepatan tinggi. Selain itu, laptop ini memiliki Layar OLED akurat dan sistem pendingin efektif yang dirancang meminimalkan waktu tunggu serta meningkatkan produktivitas alur kerja kreatif.


Untuk membandingkan opsi konfigurasi memori dan penyimpanan, kunjungi laman resmi ASUS Indonesia untuk spesifikasi teknis ProArt P16 H7607BA lengkap dan informasi produk laptop ASUS lainnya.


08 August 2026

Kapan Harus Kuliah S1 Musik, S2 Musik, dan S3 Musik? Jangan Sampai Salah Tujuan

Kapan Harus Kuliah S1 Musik, S2 Musik, dan S3 Musik? Jangan Sampai Salah Tujuan


Banyak orang bertanya, kapan waktu yang tepat melanjutkan pendidikan akademik di bidang musik? Apakah setelah lulus SMA langsung mengambil S1 Musik? Apakah harus memiliki pengalaman kerja sebelum S2? Lalu, apakah semua orang perlu melanjutkan hingga S3?

06 August 2026

Identitas Sosial dalam Musik Berdasarkan Gender: Genre Maskulinitas VS Feminitas

Identitas Sosial dalam Musik Berdasarkan Gender: Genre Maskulinitas VS Feminitas


Musik sering kali dipandang sebagai bahasa universal. Namun, di balik setiap genre musik terdapat makna sosial yang memengaruhi cara masyarakat memandang identitas seseorang. Mengapa heavy metal sering dianggap maskulin?

05 August 2026

PUNK dalam Perspektif Psikologi Sosial: Bukan Sekadar Penampilan, tetapi Tindakan Sosial

PUNK dalam Perspektif Psikologi Sosial: Bukan Sekadar Penampilan, tetapi Tindakan Sosial


Selama bertahun-tahun, komunitas PUNK sering dipandang hanya dari penampilan luar. Rambut mohawk, jaket kulit penuh emblem, celana robek, hingga aksesori logam kerap menjadi simbol yang melekat.

04 August 2026

Neo-Colonialism dalam Pendidikan Musik Indonesia: Ketika Standar Asing Sering Dianggap Lebih Baik

Neo-Colonialism dalam Pendidikan Musik Indonesia: Ketika Standar Asing Sering Dianggap Lebih Baik


Ketika mendengar kata colonialism atau kolonialisme, kebanyakan orang langsung teringat pada penjajahan suatu negara oleh bangsa lain. Dalam praktiknya, kolonialisme merupakan bentuk penguasaan suatu wilayah melalui kekuatan politik, militer, dan ekonomi.