08 October 2026

Paradoks Kapal Theseus dalam Pendidikan Musik di Indonesia

Paradoks Kapal Theseus dalam Pendidikan Musik di Indonesia


Bayangkan sebuah kapal tua yang seluruh bagiannya diganti secara bertahap. Papan kayu yang rusak diganti dengan papan baru, kemudian tiang, layar, hingga bagian lainnya. Setelah bertahun-tahun, tidak ada lagi bagian asli yang tersisa. Namun, kapal tersebut tetap disebut dengan nama yang sama. Pertanyaannya: apakah kapal itu masih merupakan kapal yang sama?

06 October 2026

Musik Adalah Bahasa Universal? Barangkali Hanya Kiasan

Musik Adalah Bahasa Universal? Barangkali Hanya Kiasan


Kalimat “musik adalah bahasa universal” terdengar indah. Ia sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan musik menembus batas negara, bahasa, agama, dan budaya.

05 October 2026

Gembar-gembor Hak Cipta Karya Seni Sambil Membajak Software

Gembar-gembor Hak Cipta Karya Seni Sambil Membajak Software

Ada ironi yang cukup sulit diabaikan dalam pendidikan musik di Indonesia. Mahasiswa belajar tentang hak cipta dengan sangat kritis. Belajar bahwa karya musik memiliki pencipta. Belajar bahwa komposisi tidak boleh dijiplak. Belajar bahwa distribusi karya memiliki aturan. Belajar tentang etika profesi. Lalu untuk mengerjakan tugasnya, software musiknya memakai crack.

04 October 2026

Musik Sebagai Jalan Ninja: Ketika Konsistensi Lebih Mahal dari Kecerdasan

Musik Sebagai Jalan Ninja: Ketika Konsistensi Lebih Mahal dari Kecerdasan


Memilih bidang ilmu musik sering kali dimulai dari pertanyaan tentang bakat. Apakah seseorang cukup pintar untuk belajar musik? Apakah ia memiliki pendengaran yang baik? Apakah ia cepat memahami teori? Apakah ia memiliki bakat alami?

03 October 2026

Johann Sebastian Bach Bukan Penemu Counterpoint?

Johann Sebastian Bach Bukan Penemu Counterpoint?


Johann Sebastian Bach bukan penemu counterpoint? Mungkin saat artikel ini tayang, saya akan dicaci maki oleh para musikolog, sejarahwan, dan musisi klasik. Namun ilmu pengetahuan harus disampaikan dengan jujur, itulah pernyataan menarik untuk diajukan ketika saya mencoba melihat sejarah musik lebih jauh melalui sumber bacaan artikel pop dan beberapa referensi kajian lainnya. Untuk itulah judul artikel ini saya akhiri dengan tanda tanya agar tidak menjadi bentuk pernyataan tetapi pertanyaan.

29 September 2026

Algorithm-Friendly Music: Usulan Terminologi Musik Ramah Algoritma

Algorithm-Friendly Music: Usulan Terminologi Musik Ramah Algoritma


Di era distribusi musik digital, sebuah karya musik tidak lagi hanya berhadapan dengan pendengar. Sebelum sampai ke telinga manusia, lagu dapat melewati sistem rekomendasi platform digital atau Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan platform streaming lainnya.
Seni dan Musik sebagai Pengalaman dalam Gagasan John Dewey

Seni dan Musik sebagai Pengalaman dalam Gagasan John Dewey


Seni sering dipahami sebagai lukisan, musik, tari, teater, patung, atau karya sastra. Namun, dalam Art as Experience, John Dewey menawarkan cara pandang yang berbeda. Bagi Dewey, seni tidak cukup dipahami sebagai benda atau karya yang dihasilkan seniman. Seni menjadi bermakna ketika karya tersebut hadir sebagai sebuah pengalaman.

26 September 2026

Posisi Kritikus Musik: Masih Relevankah Kritik bagi Perkembangan Musik?

Posisi Kritikus Musik: Masih Relevankah Kritik bagi Perkembangan Musik?

Kritikus musik sering sekali mendapat penilaian negatif dari para praktisi musik. Kritikus kerap dianggap sebagai orang yang cuma bisa komentar, mengkritik, atau ngomong doang, tanpa benar-benar menghasilkan karya musik. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: kalau kritikus tidak menciptakan musik, lalu apa pentingnya ada kritikus musik?