08 March 2026
25 January 2026
Negeri Kaya Seni Tapi Masyarakatnya Masih Bermental Impor dalam Pendidikan Musik
Ketika Anak Bangsa Lebih Bangga Jadi Pasar daripada Pencipta. Kalau ada brosur bertuliskan “International Music School”, refleks kita biasanya sama: langsung percaya. Belum lihat kurikulum, belum tahu pengajarnya siapa, tapi karena namanya kebarat-baratan—aman. Sebaliknya, ketika mendengar sekolah musik buatan anak bangsa, muncul pertanyaan lanjutan: “Standarnya apa?”
31 March 2025
Komposer Sampah, Karya Sampah Berbekal AI
Dunia komposisi musik telah mencapai era emas—setidaknya bagi mereka yang berpikir bahwa seni hanyalah soal menekan tombol dan menunggu keajaiban terjadi. Dulu, untuk menjadi komposer, seseorang harus memahami harmoni, melodi, orkestrasi, dan, ya, bahkan menyentuh instrumen musik. Sekarang? Tinggal ketikkan prompt, tunggu AI bekerja, dan voila! Musik siap tayang di Spotify, Apple Music, dan segala platform yang siap mencetak uang. Siapa peduli soal musikalitas, emosi, atau ekspresi? Yang penting angka stream naik, bukan?
29 March 2025
22 March 2025
18 March 2025
Musik Tidak Diciptakan, Hanya Dirangkai: Sebuah Renungan
Pernahkah Anda berpikir bahwa musik sebenarnya tidak pernah diciptakan? Ya, mungkin terdengar aneh, tetapi mari kita telusuri lebih jauh. Istilah "mencipta" seharusnya merujuk pada proses membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada. Seperti menciptakan semesta dari kehampaan, atau menciptakan makhluk hidup dari tanah liat. Namun, musik? Musik sudah ada di alam semesta ini, hanya saja manusia yang bertugas merangkainya.
25 February 2025
Akhir Kasus Sukatani: "Polisi Tidak Anti-Kritik" adalah Sinyal Bagi Musisi untuk Menciptakan Lebih Banyak Lagu Kritikan
Kasus Sukatani menjadi fenomena yang menyita perhatian publik, terutama setelah munculnya lagu dengan judul serupa yang secara tajam menyuarakan kritik terhadap institusi kepolisian. Lagu ini bukan hanya sekadar ekspresi seni, tetapi juga refleksi keresahan masyarakat terhadap berbagai tindakan aparat yang dinilai represif. Respons cepat dari pihak kepolisian yang awalnya cenderung defensif justru semakin menarik perhatian publik, hingga akhirnya Kapolri turun tangan dan menyatakan bahwa "Polisi tidak anti-kritik."


