08 December 2021

Karakteristik dan Bentuk Musik Era Renaisans


Mendengar kata Renaisans, maka istilah ini tidak akan lepas dari bidang ilmu filsafat dan kesenian. Sebelum kita masuk dalam pembahasan dan ulasan musik renaisans, mari kita pahami dulu terminologi dari kata Renaisans. Menurut Britannica Encyclopaedia renaisans berasal dari Perancis yang berarti "kelahiran kembali” yang mengacu pada periode tertentu dalam peradaban Eropa yang ditandai dengan kebangkitan pembelajaran dan kebijaksanaan dari Era Kuno. Pada Era Renaisans terdapat banyak kontribusi pada berbagai bidang seperti pengetahuan ilmiah baru, bentuk seni dan arsitektur, dan konsep agama dan politik (Britannica Encyclopaedia, 2021).

Periode musik Era Renaisans berlangsung sekitar tahun 1400 hingga 1600. Era sejarah musik Renaisans datang secara signifikan lebih lambat dari era seni Renaisans, yang bisa dibilang memuncak selama abad keempat belas dan kelima belas, namun musik Era Renaisans terbukti sama kuatnya. Pada era ini terbagi atas tiga periode yaitu awal Renaisans, tengah Renaisans, dan akhir Renaisans. Periode Renaisans memunculkan bentuk musik seperti motet, madrigale spirituale, misa, dan laude, yang masuk dalam kategori musik liturgi. Musik sekuler juga mendapat tempat setara dengan musik liturgi di Era Renaisans, dimana bentuk musik sekuler seperti motet dan motet-chanson sekuler, madrigal sekuler, villancico, frottola, rondo, balada, lagu untuk lute, dan canzonetta (Masterclass, 2020).

Untuk mengetahui lebih dalam tentang musik Era Renaisans, kita harus memahami dulu karakter musiknya. Menurut Richard Fuller karakteristik Musik Era Renaisans antara lain :

  • Tangga nada berdasarkan modes.
  • Jalur musik lebih kaya karena biasanya terdiri dari empat bagian atau lebih. Bagian bass ditambahkan di bawah tenor.
  • Terdapat interval yang bersifat memadukan secara harmoni daripada gerakan kontra (kontrapung).
  • Harmoni berfokus pada progresi akor.
  • Musik Gereja : Beberapa karya merupakan musik yang disajikan secara 'a cappella'. Banyak motif imitasi, beberapa musik gereja disertai dengan instrumen.
  • Musik sekuler : Terdapat banyak karya untuk vokal, tarian, dan instrumental.
  • Warna nada pada alat musik Renaisans mengandung rumpun instrumen yang bervariatif (Richard Fuller, 2010).