Belajar music production dan mixing mastering tidak selalu harus ditempuh dengan cara instan. Ada banyak tutorial yang menawarkan kemampuan membuat musik dalam waktu singkat, tetapi memahami musik secara mendalam membutuhkan proses yang jauh lebih panjang.
Di Fisella, pembelajaran music production, mixing, dan mastering tidak dirancang sekadar agar peserta didik bisa mengikuti langkah-langkah teknis. Proses belajar diarahkan untuk memahami mengapa sebuah keputusan produksi musik dibuat, bagaimana suara dibentuk, dan bagaimana pengalaman seorang produser musik berkembang melalui proses praktik yang terus-menerus.
Saya Tidak Mengajarkan Music Production Secara Instan
Saya tidak mengajarkan music production dan mixing mastering dengan pendekatan instan.
Jika tujuan seseorang hanya ingin mengetahui tombol mana yang harus ditekan, plugin apa yang harus digunakan, atau preset apa yang bisa langsung menghasilkan suara tertentu, internet sudah menyediakan sangat banyak konten untuk kebutuhan tersebut.
Namun, belajar music production secara serius membutuhkan sesuatu yang berbeda.
Peserta didik perlu memahami konsep, mendengarkan, mencoba, melakukan kesalahan, mengevaluasi hasil, membandingkan, kemudian mencoba kembali. Proses tersebut tidak selalu cepat, tetapi justru dari sanalah pengalaman musikal dan kemampuan teknis terbentuk.
Karena itu, pendekatan pembelajaran di Fisella bersifat radikal dalam arti kembali pada proses belajar yang mendasar: memahami, mengalami, menguji, dan merefleksikan.
Berbasis Pengalaman, Bukan Sekadar Tutorial
Music production adalah bidang yang sangat dekat dengan pengalaman. Pengetahuan tentang EQ, compression, saturation, reverb, stereo imaging, arrangement, recording, atau mastering tidak cukup hanya dipahami sebagai definisi. Pengetahuan tersebut perlu berhadapan dengan suara yang benar-benar didengar.
Inilah yang menjadi dasar pendekatan pembelajaran di Fisella.
Peserta didik tidak hanya mempelajari teori kemudian menganggap proses belajar selesai. Konsep dipertemukan dengan praktik produksi musik. Dari praktik tersebut muncul pengalaman, persoalan, keputusan, dan evaluasi yang kemudian menjadi bagian dari proses pembelajaran berikutnya.
Dengan cara seperti ini, music production dan mixing mastering dipelajari sebagai pengalaman, bukan sekadar kumpulan tutorial software.
Dari Pengalaman Praktik hingga Ranah Akademis
Pembelajaran music production di Fisella juga tidak berhenti pada pengalaman praktis sebagai seorang pengajar.
Pengalaman tersebut justru mendorong saya untuk terus mempertanyakan bagaimana seseorang sebenarnya belajar musik melalui teknologi, bagaimana pengalaman membentuk pengetahuan, dan bagaimana pembelajaran music production dapat dirancang secara lebih sistematis.
Karena itu, saya kembali memasuki dunia akademis melalui S2 Pendidikan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Langkah ini bukan sekadar mengejar gelar akademik. Dunia praktik dan dunia akademik saya tempatkan sebagai dua ruang yang dapat saling menguji.
Pengalaman mengajar dan mengembangkan pembelajaran music production menjadi bahan refleksi, sementara kajian pendidikan seni memberikan kerangka untuk memahami kembali proses tersebut secara lebih kritis.
Tujuannya: Murid Memahami, Bukan Sekadar Bisa
Tujuan pembelajaran di Fisella bukan sekadar membuat murid mampu menghasilkan sebuah lagu.
Yang lebih penting adalah membangun kemampuan untuk memahami proses di balik hasil tersebut.
Saya ingin murid memahami music production dan mixing mastering seperti yang saya pahami, tetapi proses pembelajaran tidak berhenti di sana. Harapannya, pengalaman, pemahaman, dan eksplorasi mereka justru dapat membawa mereka lebih jauh daripada pemahaman yang saya miliki.
Seorang murid tidak seharusnya hanya menjadi pengikut metode gurunya. Ia perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan sendiri, memahami alasan di balik keputusan tersebut, dan akhirnya menemukan pendekatan produksinya sendiri.
Kalau Ingin Cepat, Cari Konten Saya di Media Sosial
Pendekatan mendalam tentu tidak cocok untuk semua orang. Jika yang dicari adalah tips cepat, tutorial singkat, trik mixing, rekomendasi plugin, atau informasi praktis tentang music production, berbagai konten saya di media sosial dapat menjadi titik awal.
Namun jika ingin benar-benar memahami music production dan mixing mastering secara mendalam, proses belajarnya membutuhkan waktu.
Di Fisella, pembelajaran tidak diarahkan untuk membuat seseorang sekadar cepat bisa. Pembelajaran diarahkan agar seseorang benar-benar memahami apa yang sedang dikerjakan.
Sebab bagi saya, music production bukan hanya persoalan membuat musik terdengar jadi. Mixing dan mastering juga bukan sekadar membuat suara menjadi keras atau terdengar profesional.
Di balik semuanya terdapat pengalaman, pengetahuan, keputusan artistik, teknologi, dan proses belajar yang panjang.
Dan justru proses panjang itulah yang ingin saya kaji, praktikkan, dan ajarkan.